PROGRAM BERDAMPAK POSITIF BAGI MURID
MELALUI PENGELOLAAN ASET
oleh: Sekar Gumilang
A. Refleksi
Pembelajaran pada modul 3 berkaitan dengan pemimpim pembelajaran dalam pengembangan sekolah, terdiri atas 3 sub modul di antaranya pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin; pemimpin dalam pengelolaan sumber daya; dan pengelolaan program yang berdampak positif pada murid, sangat memberikan banyak paradgima baru.
Saya mempelajari modul 3 dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 bulan, rasanya tidak cukup. Karena dengan kompleksitas materi tersebut, saya rasakan sangat penguras pemahaman dan pikiran yang tidak sederhana. Bagaimana mendalami satu posisi sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil sebuah keputusan, memposisikan diri dalan mengambil sebuah kebijakan berbasis asset, sekaligus memposisikan diri sebagai pemimpin pembelajaran dalam merencanakan dan mengelola program yang berdampak positif pada murid.
Emosi yang dirasakan dalam mempelajari modul ini, sedikit takut tetapi sedih. Mengapa? Di saat saya merasakan pemahaman yang terkuras, ketakutan yang ada disekeliling tidak lain di anataranya tidak mampu berfikir secara bijak dalam mengambil sebuah keputusan, sehingga muncul dilema-dilema yang tertuang dalam materi benar-benar dirasakan. Sebagai contoh, di saat saya harus mengambil keputusan, apakah harus memenuhi kewajiban saya sebagai seorang CGP dalam mengikuti rukol, atau saya harus memenuhi kewajiban (agenda) saya sebagai seseorang yang diamanahi dalam sebuah tugas tambahan?
Beberapa hal yang harus saya perbaiki dalam proses belajar, yakni bahwa belajar bukan di waktu sisa, tetapi belajar harus berada pada kondisi dan posisi siap untuk belajar, artinya meluangkan waktu untuk belajar. Sehingga hal ini denga nada managemen waktu yang dikondisikan untuk meningkatkan potensi dan kompetensi berimplikasi maksimal dalam proses pendewasaan seseorang dalam bersikap atau berfikir.
Begitu halnya dengan saya. Saya merasakan seteah beberapa waktu berada pada Pendidikan guru penggerak, lebih dapat menguasai emosi, pikiran terhadap apa yang saya hadapi. Saya lebih mampu menguasai diri di saat berhadapan dengan sebuah dialog atau perdebatan dengan rekan sejawat atau pimpinan. Karena saya yakin dengan penguasaan kompetensi melalui PSE yang sudah dipelajari sebelumnya mampu membangun karakter atau vibes positif, dan hal ini tentunya berimplikasi pada kematanangan berfikir saya.
B. Analisa Materi
Pada modul 3.3 yang mengkaji pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah, bagaimana ruang limkup sebuah kepemimpinan murid, dimana dalam membentuk sebuah kepemimpinan murid diperlukan peran guru dalam mendampingi pengembangan potensi kepemimpinan murid, mengurangi kontrol guru, sehingga terciptalah dalam diri murid menjadi student agency, dimana kapasitas seseorang untuk memperngaruhi fungsi dirinya dannarahjalannya peristiwa melalui tindakan-tindakan yang dibuatnya. Seorang Student agency mampu mengarahkan pembelajran mereka sendiri dengan membuat pillihan-pilihan, menyuarakan opinu, mengajikan pertanyaan dan mengungkapkan rass ingin tahu , berpartisipai dan berkontribusi pada komunitas belajar.
Disaat guru meminimalisi control kepada murid terhadap suatu pilihan, dengan tidak sepenuhnya membebaskan murid akan pilihan tersebut, maka saat itu murid akan muncul satu kondisi dimana pilihan atas suara mereka mampu membangkitkan kepemilikan diri dengan tanggungjawab terhadap apa yang mereka pilihkan. Berbeda hamnya dengan kondisi control guru yang sangat dominan, pemikiran murid tidak akan berkembang secara optimal, karena pola yang telah dibentuk oleh guru tersebut menimbulkan keterbatasan berfikir.
Dalam article Bandura yang menyebutkan bahwa inti dari Human Agency adalah Intensi (kesengajaan); Visi (pemikiran ke depan); Aksi (kereaktifan diri; dan Refleksi (kereflektifan diri). Seorang murid yang mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, maka akan dengan mudahnya ia melakukan hal-hal yang akan ia hadapi dan jalani di masadepan, sehingga menjadi seseorang yang visioner, yang tentunya melalui aksi yang ia jalankan dengan dikontrol melalui kereflektifan diri.
Melalui konsep kepemimpinan burid, yang menitikberarkan pada pemahaman bawah murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri, maka murid akan berupaya untuk memahami tujuan pembelajran yang ingin ia capai melalui tanggungjawab dalam proses pembelajrannya, menunjukan rasa ingin tahu, menunjukan inisiatif, membuat pilihan-pilihan tindakan,serta memberikan umpan balik kepada satu sama lain.
- C. Program Berdampak postif pada Murid
Saya merancang dan telah melaksanan bebrapa program yang berdampak postitif pada dsiswa, di anataranya program kelas wirausaha. Program ini berawal dari keadaan keterpurukan beberapa siswa dalam menjalani pembelajaran di sekolah. Rendahnyantingkat ekonomi , menjadi hambatan mereka tidak bisa pergi ke sekolah sebagaimana mestinya. Hal ini mendorong saya untuk menginisiasi menggerakan sekelompok siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi, akan tetapi memiliki effort yang kuat untuk tetap sekolah. Melaui Kerjasama dengan guru PKK dan berdasarkan pada kebijakan pimpinan sekolah sterkait program sekolah pencetak wirausaha, maka program ini dicoba untuk diguliskan.
Melalui kemitraan dengan beberapa UMKM, hal ini dijadikan menjadi satu kekuatan dalam mengelola aset.
Lingkungan yang dibentuk melalui program ini adalah :
- Lingkungan yang menyediakan kesempatanuntuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif
- Lingkungan yang mengembangkanketerampilan berinteraksi social, secara positif, arif dan bijaksana
- Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri sesame serta masyarakat di lingkungan sekitar.
Melalui rangkaian program yang telah direncankan sebagai berikut :
- Menginformasikan bentuk layanan dan produk UMKM atau produk sendiri pada siswa
- Mengajak siswa mengidentifikasi produk
- Melakukan sessi dialog kepada siswa terkait produk UMKM atau produk sendiri
- Memilih dan menentukan Produk dan jejaring UMKM yang akan dijadikan sebagai
- Siswa menentukan produk yang akan dibuat oleh siswa berdasarkan target market produk
- Berdasarkan penentuan produk oleh siswa, dapat menggali ide dan gagasan dalam pola kreativitas masing-masing melalui pendampingan guru sebagai fasilitator. Hal ini memberikan peluang kepada murid untuk memilih kesempatan dalam ranah kompetensi yang ia minati
- Mengajak siswa untuk menentukan tindaklanjut setelah mengidentifikasi produk yang akan dijual berdasarkan observasi pasar
- Mengajak siswa untuk menentukan strategi pemasaran dengan memperluas jejaring / konsumen sebagai user
- Mengajak siswa berdiskusi untuk menentukan timeline atau waktu yang tepat untuk melakukan penjualan atau membuat produk atau menghubungi pemasol
- Mengajak siswa untuk membuat poster atau katalog produk sebagai media penjualan
Melalui rangkaian program di atas diharapkan memberikan dampak positif murid untuk menciptakan kepemimpinan murid. *** Sekar Gumilang/CGP angkatan10