KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
Sangat
sepakat dengan filosofi Pendidikan tersebut, dimana anak tidak hanya perlu dan
membutuh transfer ilmu , akan tetapi mereka membutuhkan tuntunan yang akan
mengarahkan mereka untuk menggali dan mengembangan secara kodrati atas
kemampuan yang mereka miliki melalui pola pembelajaran yang sesuai dan perpusat
pada siswa. Dengan adanya kebebasan dalam pembelajaran sesuai dengan caranya,
tidak lantas guru membiarkan begitu saja, akan tetapi tetap melalui proses
penuntunan dan pembimbingan yang tepat dan terarah.
Pola
pembelajaran masa kini, tentu akan berbeda dengan pembelajaran di masa lampau,
dengan keterbukaan akses informasi dan teknologi yang kini semakin luas,
mengharuskan guru mengikuti pola Pendidikan dan pengajaran yang disesuaikan dengan perubahan tersebut. Sumber
belajar yang dapat diperoleh melalui ragam media, memberikan kesempatan kepada
anak untuk lebih memahami secara luas melalui eksplorasi dan mengeksplanasi
materinya.
Pola
konvensional dalam system pembelajaran ---
berpusat pada guru-- masih digunakan pada daerah-daerah tertentu, hal ini
berindikasi bahwa pola tersebut secara optimal masih mampu memberikan satu
formulasi terbetuknya satu konsepsi
materi dari substansi pengetahuan.
Keadaan demikian bisa jadi terbentuk karena daya intake siswa yang belum siap
secara aspek kognitif mencerna atau bahkan
sebaliknya guru lebih mudah
menyampaikan essensi materi melalui paradigma lama.
Melalui
proses perubahan paradigma pembelajaran berpihak pada siswa menjadi harapan
besar untuk membentuk pola kritis siswa dalam menghadapi permasalah baik secara
konsepsi atau aktualisasi pengetahuan yang akan mereka gunakan dalam menyikapi
jaman untuk hdup lebih mandiri di masyarakat.
Makna menuntun
dalam konteks pendidikan tidak lain menggiring siswa pada kebermaknaan hidup.
ketika awal anak belum memaknai dirinya sendiri seiring proses penuntunan
melalui pendidikan, anak akan menyadari atas makna dirinya untuk orang-orang .
sekitarnya. (2) relevansi penuntunan dalam konteks sosial budaya, seperti yang
telah disampaikan bahwa , di saat anak-anak menyadari kebermaknaan dirinya,
maka ia akan mampu membuka interaksi dengan baik dan positif guna memberikan
aura . positif bagi lingkungan sekitar.
(3) adapun pendidikan perlu mementingan dan mempertimbangkan kodrat alami anak,
maka di sanalah akan ada kemudahan bagi pendidik dan pengajar dalam membentuk
dan memperlakukan anak menadi manusia
seutuhnya.
Mantap, pendidikan seyogyanya kembali ke makna yang sebenarnya yaitu menuntun para murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang dimilikinya
BalasHapusTulisan ini sangat membantu para guru dalam menguatkan pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran sebagaimana konsep pendidikan yang diajarkan sang tokoh pendidikan kita, Bapak KHD.
BalasHapus