Selasa, 02 April 2024

KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

 

KESIMPULAN DAN REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

Kita sebagai guru dan pembelajar, selayaknya memahami akan konsep kebermaknaan mengajar dan mendidik. Kedua konsep yang secara substansi memiliki satu kesatuan pemahaman bagaimana untuk memanusia manusia menjadi manusia yang utuh menjadi  sosok yang kuat, tangguh, bertanggungjawab  serta mampu berdiri dengan konsepsi kebenaran. Kita sebagai guru yang memiliki tugas mulia dalam membangun dan menguatakan  pribadi peserta didik yang bertanggungjawab atas dirinya, keluarga dan negaranya, senantiasa memahami konsepsi pendidikan  , sebagaimana yang tertuang dalam filosofi pendidikan nasional yang  digagas Kihajar Dewantara, dimana pada hakikatnya bagaimana konteks penerapan pendidikan saat ini.

Sebagaimana yang digagas dalam filosofi Pendidikan KHD yang membedakan antara pengajaran dan Pendidikan. Dimana Pengajaran mengacu pada bagaimana guru memberikan atau mentransfer ilmu yang berfaedah kepada peserta didik, sementara Pendidikan lebih mengacu bagaimana cara guru dalam menuntun peserta didik secara kodrati yang dimiliki anak sehingga mereka menjadi manusia seutuhnya dalam menjalani kehidupan sebagai pribadi dan anggota masyarakat.

Sangat sepakat dengan filosofi Pendidikan tersebut, dimana anak tidak hanya perlu dan membutuh transfer ilmu , akan tetapi mereka membutuhkan tuntunan yang akan mengarahkan mereka untuk menggali dan mengembangan secara kodrati atas kemampuan yang mereka miliki melalui pola pembelajaran yang sesuai dan perpusat pada siswa. Dengan adanya kebebasan dalam pembelajaran sesuai dengan caranya, tidak lantas guru membiarkan begitu saja, akan tetapi tetap melalui proses penuntunan dan pembimbingan yang tepat dan terarah.

Pola pembelajaran masa kini, tentu akan berbeda dengan pembelajaran di masa lampau, dengan keterbukaan akses informasi dan teknologi yang kini semakin luas, mengharuskan guru mengikuti pola Pendidikan dan pengajaran yang  disesuaikan dengan perubahan tersebut. Sumber belajar yang dapat diperoleh melalui ragam media, memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih memahami secara luas melalui eksplorasi dan mengeksplanasi materinya.

Pola konvensional  dalam system pembelajaran --- berpusat pada guru-- masih digunakan pada daerah-daerah tertentu, hal ini berindikasi bahwa pola tersebut secara optimal masih mampu memberikan satu formulasi  terbetuknya satu konsepsi materi dari  substansi pengetahuan. Keadaan demikian bisa jadi terbentuk karena daya intake siswa yang belum siap secara aspek kognitif mencerna atau  bahkan sebaliknya guru lebih mudah  menyampaikan  essensi  materi melalui  paradigma lama.

Melalui proses perubahan paradigma pembelajaran berpihak pada siswa menjadi harapan besar untuk membentuk pola kritis siswa dalam menghadapi permasalah baik secara konsepsi atau aktualisasi pengetahuan yang akan mereka gunakan dalam menyikapi jaman untuk hdup lebih mandiri di masyarakat.

Makna menuntun dalam konteks pendidikan tidak lain menggiring siswa pada kebermaknaan hidup. ketika awal anak belum memaknai dirinya sendiri seiring proses penuntunan melalui pendidikan, anak akan menyadari atas makna dirinya untuk orang-orang . sekitarnya. (2) relevansi penuntunan dalam konteks sosial budaya, seperti yang telah disampaikan bahwa , di saat anak-anak menyadari kebermaknaan dirinya, maka ia akan mampu membuka interaksi dengan baik dan positif guna memberikan aura .  positif bagi lingkungan sekitar. (3) adapun pendidikan perlu mementingan dan mempertimbangkan kodrat alami anak, maka di sanalah akan ada kemudahan bagi pendidik dan pengajar dalam membentuk dan memperlakukan  anak menadi manusia seutuhnya.

2 komentar:

  1. Mantap, pendidikan seyogyanya kembali ke makna yang sebenarnya yaitu menuntun para murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang dimilikinya

    BalasHapus
  2. Tulisan ini sangat membantu para guru dalam menguatkan pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran sebagaimana konsep pendidikan yang diajarkan sang tokoh pendidikan kita, Bapak KHD.

    BalasHapus

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3

 PROGRAM BERDAMPAK POSITIF BAGI MURID  MELALUI PENGELOLAAN ASET oleh: Sekar Gumilang A.        Refleksi      Pembelajaran pada modul 3 berka...