PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
DALAM PERSPEKTIF GURU SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Oleh :Sekar Gumilang
Pembelajaran melalui pendekatan diferensiasi , merupakan salaha satu langkah yang selayaknya dipersiapkan guru untuk memenuhikebutuhan belajar siswa. Pembelajaran berdiferensiasiitu sendiri menjadi satu konsep pendekatan pembelajaran siswa, dimana guru harus mampu mengakomodir bagaimana para siswa dapat belajar memahami teks dan kontekstual dalam mata pelajaran yang diampu.
Melalui identifikasi kesiapan belajar siswa, guru dapat menentukan pendekatan berdiferensiasiapa yang lebih tepat, apakah diferensiasi proses, konten atau produk. Hal ini dapat memberikan kesempatan pembelajaran siswa melalui minat, gaya belajar, atau bahkan hal yang akan membuat tertarik siswa, sehingga, bahkan mampu menggali dan menguatkan kompetensi siswa di bidang tertentu.
Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Berdasarkan pernyataan Tomlinson (1999:14) bahwa dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid.
Di sisi lain, pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang disusun guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusankeputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas; bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid; bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi; bagaimana guru memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selaluada dukungan untuk mereka di sepanjang proses belajar mereka; manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas, namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun murid melakukan kegiatan yang mungkin berbeda-beda, namun kelas tetap dapat berjalan secara efektif; penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan, dan kemudian menyesuaikan rencana dan proses pembelajaran; pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan demikian, Kita perlu memperhatikan kebutuhan belajar muridmuridnya dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar murid-muridnya tersebut.
Untuk membuat siswa-siswi merasa lebih percaya diri, saya mengelompokan siswa berdasarkan daya intake tadi. Melalui identifikasi kesiapan siswa, minat siswa dan profil belajar murid yang disesuaikan dengan permainan alat musik dengan kompleksitas tertentu, mereka akan tetap kerakomodir sesuai dnegan kemampuan mereka masing-masing
mudah sedang
Melalui analisis kesiapan siswa melalui assesmen diagostik, serta proses identifikasi muslikalitas siswa sebelumnya melalui tes pola ritmis sederhama menuhu ritmis, akan terlihat daya kemampuan siswa dalam konteks musiikalitas.
Pembelajara berdiferensiasi prses di atas, guru akan lebih mudah memberikan penilaian sesuai dengan tingkat pola tabuhan sederhama menujut tabuhan yang kompleks, atau sulit. Sebagai guru penggerak yang memiliki peran, salahsatunya berperan dalam pemimpin pembelajaran, ia harus mampu menjadi leader dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. *¬sekar gumilang¬*




Tidak ada komentar:
Posting Komentar