Selasa, 13 Agustus 2024

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

KORELASI PARADIGMA, PRINSIP DAN LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Oleh: Sekar Gumilang

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pemimpin pembelajaran sebagai pengambil keputusan, jika dikaitkan dengan filosofiKHD dalam konsep Pratap  Triloka memiliki hubungan yang sangat erat. Artinya Ing Ngarso Sungtulada, Ing madya mangun karso, tut wuri handayani, menjadi dasar bahwa dalam mengambil keputusan dalam mengambil kebijakan sang pemimpin memberikan teladan, tidak mementingkan kepentingan pribadi sehingga dalam memutuskan sesuatu mendasar pada prinsip dan paradigma pengambilan putusan. Kaitannya dengan Ing madya mangun karso, di saat keputusan tersebut di buat, maka dilakukan bersama-sama dengan stakeholder lainnya sehingga hasil keputusan dirasakan dan dikerjakan Bersama. Tut wuri hadayani, artinya pemimpin pembelajaran di belakang mendukung hasil keputusan yang telah diambil, sehingga segala hasil keputusan yang telah diabil harus didukung baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, sangat berpengaruh terhadap keputusan yang kita ambil, dan hal ini tentunya akan berkaitan dengan karsa, dimana karsa merupakan kekuatan yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia. Karsa ini lang yang akan berhubungan dengan nilai atau prinsi-prinsip yang mendasri pemikkiran manusia

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Di saat proses coaching yang dilakukan, tetantunya hal ini menjadi satu alasan coachee harus mengambil sebuah keputusan atau hal apa yang akan mereka lakukan. Sebagai fasilitator atau pendaping harus senantiasa membuka aatau mengarahkan coachee dalam menemukan ide-ide segar sebagai solusi dengan berbagai pertimbangan dampai baik dan buruk. Dan melalui analisis ini lah pengambilan keputusan harus dilakukan berdasarkan prinsi dan paradigma yang mengarahkan mereka pada suatu Langkah-langkan pengambilan keputusan.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Guru sebagai pembelajar sejati, selayaknya memberikan penguatan kepada siswa tertait dengan kompetensi sosial emosional yang akan berimbas pada keputusan yang  mereka ambil. Dengan memahami, menghayati dan mengelola emosi (kesadaran diri); menetapkan dan mencapai tujuan posistif (pengeoaan diri); mebangun mempertahakan hubungan  yang positf;  merasakan  dan mrnunjukan empati kepada orang lai (kesadaran sosial); dana membuat keputusan tyang bertanggujawab, maka akan menguatan dalam pengambilan keputusan. 

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Dalam menangani kasus berkaitan dengan masalah moral, pernah saya alami, hal ini menjadi sebuah dilemma etika, di saat seorang sisw amengambil barang berharga temannyan karena permasalah ekonomi yang ingin membantu orangtua, hal ini tentunya mejadi sulit, di sisi lain dia beritikad baik untu membantu oarnua yang membesarkan ke 5 anaknya seorang diri (tanpa suami) di sisi lain, keputusasaan menjebak dia ke arah penyimpangan dari etika dan nirma yaitu mengambil barang bukan haknya.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat akan membentuk atau menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman,  hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin pembelajaran mempertimbangkan keputusan mendasar pada pemenuhan kebutuhan berskala prioritas, yang berfokus pada kepentingan Bersama, tanpa melihat aspek kepentingan pribadi.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan dalam mengambil keputusan diantaranya bagaiman memposisikan diri pada situasi yang sulit, di saat adanya hal yang berkaitan  dilema etika, sehingga seorang pemimpin pembelajaran harus mampu dan memaksimalkan Analisa terhadap substansi putusan yang diambil

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengaruh pengambilan keputusan terhadap pengajaran yang memerdakakan murid, tentu mendasar pada proses  apa yang  dilakukan seorang pemimpin pembelajaran dalam mengakomodir kebutuhan belajar siswa. Salah satu contoh, bagaimana seorang pemimpin pembelajran memutuskan sebuah pendekatan pada aspek potensi, profil dan minat siswa dalam pembelajaran, sehingga konteks berdiferensiasi akan tercapai.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

sebagai pemimpin pembelajaran membuat sebuah keputusan yang memerdekakan dan berpihak pada murid, maka dapat dipastikan murid-muridnya akan belajar menjadi oang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif serta mandiri dalam mengambil keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri kelak. Dimasa depan mereka akan tumbuh menjadi individu-individu yang bijak, tangguh, dan penuh pertimbangan dalam membuat keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya. Keputusan yang diambil oleh seorang guru akan menjadi ibarat pisau yang disatu sisi apabila digunakan dengan baik akan membawa kesuksesan dalam kehidupan murid di masa yang akan datang. Bagitu pula sebaliknya apabila kebutuhan tersebut tidak diambil dengan bijaksana, maka bisa jadi akan berdampak sangat buruk bagi masa depan murid-murid. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan yang sangat akurat dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul pengambilan keputusan  berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya  adalah  Modul pengambilan keputusan  berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin adalah membantu kita memahami pentingnya integritas dan etika dalam proses pengambilan keputusan. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang ditekankan dalam modul-modul sebelumnya, terutama dalam filosofi Ki Hajar Dewantara, menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan yang etis dan bermoral. Visi pendidikan yang berorientasi pada iswa seperti pengambilan keputusan dan nilai-nilai guru penggerak menekankan pentingnya berfokus pada kepentingan siswa

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

   Pemahaman tentang konsep-konsep yang telah saya pelajari antara lain; dilema etika dan dilema moral adalah dua konsep terkait dalam konteks pengambilan keputusan yang melibatkan pertimbangan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam lingkup dan aspek-aspek tertentu. Dilema moral adalah  cenderung lebih spesifik dan berfokus pada situasi atau tindakan tertentu yang melibatkan pertimbangan nilai-nilai moral. Sedangkan dilema etika adalah  memiliki cakupan yang lebih luas. Ini mencakup pertimbangan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan norma-norma moral yang lebih umum, dan seringkali melibatkan pertimbangan etika yang lebih abstrak atau konsep-konsep seperti keadilan, kebebasan, dan hak asasi manusia. Kemudian 4 paradigma pengambilan keputusan yaitu; 1) individu lawan kelompok (individual vs community). Paradigma ini lebih menekankan peran individu, sementara yang lain lebih menekankan peran kelompok dalam proses pengambilan keputusan; 2) rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy). Pengambilan keputusan yang rasional akan mempertimbangkan fakta dan data secara objektif untuk mencapai hasil yang adil dan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan; 3) kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty). Dalam paradigma ini, penekanan utama adalah pada mencari kebenaran dan mengambil keputusan berdasarkan fakta dan data yang tersedia; 4) angka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Dalam paradigma ini, pengambilan keputusan cenderung didasarkan pada analisis objektif data dan informasi yang tersedia untuk mencapai hasil yang optimal. Tiga prinsip pengambilan keputusan yang berpedoman kepada pada Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara  adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing   Karso, Tut Wuri Handayani. Artinya, seorang guru harus mampu memberikan contoh baik atau teladan bagi peserta didik dan guru diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat  serta bijaksana dan berpihak kepada murid, sehingga murid dapat mengembangkan minat, bakat sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Selanjutnya segala keputusan haruslah di ambil secara tepat dan bijaksana karena sebagai seorang pemimpin pembalajaran membutuhkan pengujian yang sejalan dengan prinsip pengambilan keputusan yang etis . Terdapat Sembilan langkah pengambilan pengujian keputusan  dalam dilemma etika yaitu (1) mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tertentu, (2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut, (3) mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut, (4) melakukan pengujian benar atau salah, (5) melakukan pengujian paradigma benar dan benar, (6) melakukan prinsip resolusi, (7) investigasi Opsi Trilema, (8) membuat keputusan, dan (9) melihat kembali keputusan itu, lalu refleksikan.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, saya belum pernah mengambil keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan ke[utusan, pada di sisi lain saya pernah menghadapi satu situasi dan kondisi dilema etika. Sehingga dengan kondisi tersebut saya  cenderung menitik berapkan pada aturan yang berlaku, meskipun tidak jarang saya memutuskan berdaarkan kebijaikan melalui nilai kebajikan.

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Pembelajaran ini sangat berdampak, dan meyakinkan saya bahwa dalam mengambil sebuah keputusan, kita harus mendasar pada paradigma, prinsip dan Langkah-kangkah pengambilan keputusan, sehingga hasil yang kita putuskan setiknya akan memberikan dampak yang positif dan memberukan kontribusi yang lebih untuk lingkungan sekitar.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Modul ini sangat penting dipahami oleh seorang pemimpin pembelajran, karena dengan mengetahui konsep ini, seorang pemimpin akan lebih bijak dalam meme=utuskan sesuatu hal.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3

 PROGRAM BERDAMPAK POSITIF BAGI MURID  MELALUI PENGELOLAAN ASET oleh: Sekar Gumilang A.        Refleksi      Pembelajaran pada modul 3 berka...